Minggu, 02 Januari 2011

Relawan Indonesia Coba Tembus Blokade Gaza

Sepuluh relawan Indonesia yang tergabung dalam konvoi kemanusiaan Asia yang pertama, sedang berjuang menembus Gaza, Palestina.
Konvoi  “Asia to Gaza Solidarity Caravan" sempat terjebak di Latikia, Syiria selama seminggu, sebelum pemerintah Mesir akhirnya mengizinkan mereka melewati Pelabuhan Al-Arish -- yang terletak sekitar 40 kilometer dari Rafah.
“Mereka akan masuk Mesir dari Latakia, Syiria. Mereka tak bisa masuk karena proses negosiasi yang alot,” kata Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Joserizal Jurnalis kepada VIVAnews, Minggu 2 Januari 2011 malam.
Misi para relawan, tambah Joserizal, adalah mengkampanyekan pembukaan blokade ke Gaza. “Mudah-mudahan dalam 2-3 hari ini mereka bisa memasuki Gaza,” kata dia.
Joserizal juga berharap, tragedi penyerbuan kapal bantuan ke Gaza, “Gaza Freedom Flotilla ”tak terulang lagi. “
Apalagi misi kali ini tidak melalui laut.”
Ditambahkan dia, seorang relawan MER-C, Agus juga membawa misi khusus, yakni mengkampanyekan pembangunan rumah sakit MER-C di Gaza.  “Sudah ada relawan MER-C yang di Gaza, mereka sudah enam bulan di sana,” kata dia.
Diungkapkan Jozerizal, proses pembangunan rumah sakit di Gaza tak berjalan mudah. “Kalau lancar, seperti di Indonesia, setahun sudah bisa. Di sana problemnya lahannya susah,” kata dia.
Seperti dimuat PressTV, konvoi yang juga disebut Asia 1 terdiri dari para relawan yang berasal dari 15 negara Asia, termasuk Iran, India, Jepang, Indonesia, Pakistan, Malaysia, Yordania, dan Kuwait. Juga ada relawan dari Selandia Baru.
Namun, pemerintah Mesir tak mengizinkan relawan dari Iran dan Yordania masuk. Menurut aparat Palestina, pemerintah Kairo juga tak mengizinkan 10 generator yang disumbang Iran masuk ke Gaza.
Awalnya, konvoi dijadwalkan masuk Gaza pada 27 Desember lalu – bertepatan dengan peringatan dua tahun 22 hari perlawanan relawan terhadap Israel di Jalur Gaza yang dimulai 28 Desember 2008 – saat konvoi kemanusiaan pertama berusaha menembus blokade Israel untuk menunjukkan solidaritas pada bangsa Palestina yang tak kenal menyerah melawan zionisme.
Tragedi berulang 31 Mei 2010, saat sembilan aktivis Turki dalam misi ‘Gaza Freedom Flotilla’ tewas diserbu angkatan laut Israel – saat kapal Mavi Marmara berada di perairan internasional di Laut Mediterania.
Blokade ekonomi Tel Aviv atas Jalur Gaza dimulai sejak Juni 2007 – pasca kemenangan Hamas secara demokratis dalam pemilu Palestina.
Akibatnya, sungguh mengenaskan, sebanyak 1,5 penduduk Gaza tak mendapatkan hak asasi mereka, yang paling mendasar sekalipun. Termasuk, kebebasan beraktivitas, hak untuk hidup layak, mendapatkan pekerjaan, kesehatan, dan pendidikan.
Yang lebih buruk terjadi pada peralihan tahun 2009, militer Israel meluncurkan serangan mematikan ke Gaza, menewaskan sedikitnya 1.400 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak.

Setengah dari infrastruktur Gaza hancur dan tak bisa diperbaiki. Sebab, blokade Israel juga melarang bahan bangunan dan material masuk ke Gaza.
Sumber: • VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar